Home > Komponen > Tipe UPS, serta Kelebihan Dan Kekurangannya
Jenis tipe ups kelebihan kekurangan terbaru

Tipe UPS, serta Kelebihan Dan Kekurangannya

UPS atau Uninteruptible Power Supply (UPS) merupakan sebuah system penyedia daya listrik yang sangat penting dalam sebuah rangkaian listrik, bahkan kegagalan maupun kerusakan dari system dan hardware sangat tergantung pada perangkat UPS tersebut. Secara sederhana sebenarnya alat ini untuk melindungi peralatan akibat dari gangguan sumber arus yang terputus secara tiba-tiba. Ketika listrik mati misalnya, peralatan yang terkoneksi dengan UPS tidak akan langsung mati sehingga kita bisa menjaga system hardware agar tidak cepat rusak. UPS akan membantu kita mematikan peralatan sebelum sumber arus listriknya habis. Mungkin Anda sudah mengerti dengan definisi ini karena perangkat UPS kini banyak ditemukan di setiap instalasi jaringan listrik di perkantora, sekolah atau bahkan di rumah pribadi.

Secara umum, UPS tersebut terdiri dari 2 jenis namun secara lebih spesifik UPS terbagi atas 4 jenis dengan keunggulan dan kekurangannya masing-masing, berikut ini adalah ke empat jenis UPS tersebut :

  1. UPS tipe standby
    Jenis UPS ini adalah yang paling sering kita temukan di rumah-rumah yang dihubungkan dengan PC atau computer. Mungkin Anda pun memilikinya. Saat listrik mati secara tiba-tiba, computer Anda dapat terlindungi dan bisa dimatikan secara manual. UPS jenis ini sangat sederhana namun demikian memiliki keunggulan bentuknya yang kecil sehingga mudah dibawa, harga lebih terjangkau dan rancangannya cukup efisien, akan tetapi tentu saja fungsinya cukup terbatas. Tidak cocok untuk pemakaian di atas 2kVA.
  2. UPS Line Interactive
    Penggunaan jenis UPS ini sering kita temukan pada unit-unit bisnis kecil, penyedia server-server pemerintahan, pengembang website dan sebagainya. Harganya di atas tipe standby dengan keunggulan lainnya seperti reliabilitas yang tinggi, memiliki kemampuan penyesuaian voltase yang lebih baik. Selain itu, UPS ini juga mampu merubah daya dari batere ke AC. Penyedia server yang memiliki jaringan listrik yang tidak baik biasanya akan menggunakan tipe UPS ini. Salah satu alasannya karena posisi inverter selalu terkoneksi dengan out put sehingga mampu memberikan penyaringan terhadap daya. Kekurangannya tentu saja kapasitasnya yang masih terbatas pada skala system listrik tertentu, tidak cocok untuk pemakaian di atas 5kVA.
  3. UPS Double Conversion On-Line
    Jenis UPS ini digunakan khususnya untuk daya lebih dari 10kVA. Tipe ini lebih mirip dengan tipe UPS standby, akan tetapi sumber arus utamanya terleta di inverter bukan pada AC. Jenis UPS ini dipandang sebagai jenis UPS dengan gambaran fungsi yang cukup ideal dari sebuah UPS. Ketika arus AC terputus, arus tenaga akan cepat dialihkan tanpa harus mengambil jeda pada saat pengalihan terjadi. Namun demikian, kekurangan dari tipe UPS ini adalah mampu menghasilkan panas yang cukup tinggi sehingga akan memberikan resiko yang kurang baik, efisiensi rendah dan harganya lebih mahal.
  4. UPS Delta Conversion On-Line
    Pada jenis UPS ini, voltase disuplay dari inverter. Pada saat voltase terputus, tipe UPS ini akan melakukan hal seperti pada tipe tipe Double Conversion. UPS ini memiliki dua fungsi yaitu mengendalikan karakteristik dari power input dan juga mengendalikan arus pada input. Kekurangan tipe UPS ini adalah tidak bisa digunakan untuk arus di bawah 5kVA. Namun tipe UPS ini memiliki efisiensi yang cukup tinggi.

Sebelum memilih tipe UPS mana yang akan Anda gunakan, pastikan Anda juga mengetahui apa yang menjadi kebutuhan Anda dalam memiliki sebuah UPS.

Hubungi DimensiData.com

Tentang DimensiData

DimensiData.Com adalah Pusat Belanja Komputer untuk pribadi dan perusahaan Terlengkap dan termurah di Indonesia. Kami menyediakan komputer, laptop, notebok, server, printer, scanner, hard disk, storage nas dengan harga murah dan bergaransi resmi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Fatal error: Uncaught TypeError: implode(): Argument #2 ($array) must be of type ?array, string given in /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/vendor/matthiasmullie/minify/src/CSS.php:528 Stack trace: #0 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/vendor/matthiasmullie/minify/src/CSS.php(528): implode() #1 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/vendor/matthiasmullie/minify/src/CSS.php(314): MatthiasMullie\Minify\CSS->shortenColors() #2 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/vendor/matthiasmullie/minify/src/Minify.php(111): MatthiasMullie\Minify\CSS->execute() #3 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/inc/classes/subscriber/Optimization/class-minify-html-subscriber.php(90): MatthiasMullie\Minify\Minify->minify() #4 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/inc/vendors/classes/class-minify-html.php(212): WP_Rocket\Subscriber\Optimization\Minify_HTML_Subscriber->minify_inline_css() #5 [internal function]: Minify_HTML->_removeStyleCB() #6 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/inc/vendors/classes/class-minify-html.php(110): preg_replace_callback() #7 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/inc/vendors/classes/class-minify-html.php(48): Minify_HTML->process() #8 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/inc/classes/subscriber/Optimization/class-minify-html-subscriber.php(77): Minify_HTML::minify() #9 /home/blogdime/public_html/wp-includes/class-wp-hook.php(324): WP_Rocket\Subscriber\Optimization\Minify_HTML_Subscriber->process() #10 /home/blogdime/public_html/wp-includes/plugin.php(205): WP_Hook->apply_filters() #11 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/inc/classes/Buffer/class-optimization.php(94): apply_filters() #12 [internal function]: WP_Rocket\Buffer\Optimization->maybe_process_buffer() #13 /home/blogdime/public_html/wp-includes/functions.php(5420): ob_end_flush() #14 /home/blogdime/public_html/wp-includes/class-wp-hook.php(324): wp_ob_end_flush_all() #15 /home/blogdime/public_html/wp-includes/class-wp-hook.php(348): WP_Hook->apply_filters() #16 /home/blogdime/public_html/wp-includes/plugin.php(517): WP_Hook->do_action() #17 /home/blogdime/public_html/wp-includes/load.php(1270): do_action() #18 [internal function]: shutdown_action_hook() #19 {main} thrown in /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/vendor/matthiasmullie/minify/src/CSS.php on line 528