Home > Berita Teknologi > Memilih Ukuran Screen Projector
Memilih-Ukuran-Screen-Projector-sesuai-kebutuhan

Memilih Ukuran Screen Projector

Sebelum membeli screen projector, sebaiknya menentukan terlebih dahulu ukuran screen projector yang tepat. Ada beberapa faktor pertimbangan dalam memilih ukuran layar. Beberapa diantaranya adalah ukuran ruangan, layout peletakan projector, space yang tersedia, dan kemampuan atau daya projector yang akan dipasang.

Ukuran Ruangan

Semakin besar ruangan, semakin banyak orang yang bisa ditampung. Semakin besar ruangan, juga berarti bahwa orang di bagian paling ujung sebaiknya dapat melihat kelayar proyektor dengan jelas. Sehingga, ukuran proyektor sebaiknya tidak terlalu besar untuk dilihat dari kursi paling depan, namun cukup besar sehingga masih terlihat jelas dari kursi paling belakang.

Memilih ukuran proyektor sebaiknya juga sebanding dengan ukuran ruangan. jika langit langit ruangan tidak tinggi, namun memaksakan untuk memasang screen projector dengan ukuran besar, maka bagian bawah dari layar akan susah terlihat dari penonton di kursi paling belakang.

Layout peletakan projector

Selain memilih ukuran ruangan, layout peletakan projector juga berpengaruh dalam menentukan ukuran projector screen. Umumnya, untuk penggunaan di dalam kelas menggunakan satu layar di tengah. Untuk keperluan seminar di hall biasanya menggunakan dua layar di samping kanan dan kiri. Untuk ruangan yang lebih besar lagi, bisa juga menggunakan 3 layar dan bahkan lebih.

Memilih-Ukuran-Screen-Projector

 

Space yang tersedia

Jika screen projector ditempatkan dalam panggung, maka harus dipastikan bahwa screen projector tersebut muat untuk dimasukkan ke dalamnya. Jika model panggung memasukkan screen projector dari luar, maka screen projector dipilih yang sedikit lebih kecil daripada ukuran ceruk untuk projector. Namun, jika projector diletakkan di belakang, maka dipilih screen projector yang sedikit lebih besar, sehingga background terlihat penuh tanpa ada celah.

Kekuatan Projector

Kekuatan projector juga merupakan faktor yang dapat mempengaruhi screen projector yang sesuai. Ada berbagai masalah jika anda menggunakan screen yang tidak sesuai dengan keluaran dari projector.  Contohnya, jika anda menggunakan screen besar, namun resolusi proyektor yang digunakan terlalu kecil, maka gambar dapat pecah atau blur. Selain itu, gambar bisa jadi susah untuk difokuskan. Jadi, jika membeli screen besar namun keluaran projector tidak mampu mengimbangi, maka akan sia sia. Sebaliknya, jika keluaran projector besar, namun layar terlalu kecil, maka tampilan dapat terpotong.

Rasio proyektor

Rasio dari proyektor juga menentukan ukuran screen proyektor yang sesuai. Dengan menyesuaikan panjang dan lebar layar dengan keluaran proyektor, ukuran yang dicapai bisa ideal. Pada umumnya, rasio layar proyektor dan proyektor yang tersedia di pasaran adalah rasio 1:1, rasio 4:3, dan rasio 16:9.

Dengan beberapa faktor diatas, anda dapat menentukan ukuran screen projector yang sebaiknya digunakan. Di pasaran, pabrikan juga mengeluarkan berbagai macam screen projector dengan berbagai ukuran.

Biasanya, ukuran proyektor dihitung dalam satuan inchi yang dilambangkan dengan simbol kutip dua. Ukuran layar dihitung berdasarkan panjang kali lebar atau height x width. Namun, jika angka hanya menunjukkan satu angka ukuran, bisa jadi yang dimaksudkan adalah panjang diagonal layar. Layar tertentu juga memiliki sisi bagian berbeda untuk layar display dan pembatas atau border.

Ukuran proyektor juga biasanya tergantung model layar proyektor. Untuk model layar proyektor terdapat manual screen yang ditarik menggunakan tangan, tripod screen yang menggunakan penyangga tripod, dan motorized screen yang menggunakan motor penggerak untuk menaik turunkan layar.

Untuk rasio 1:1 ukuran yang tersedia mulai dari 60” x 60” atau 152.4 cm x 152.4 cm, dibulatkan menjadi 150 cm. ada juga ukuran 70”x70” atau 170 cm, 84”x84” atau 2 meter, dan 96”x96” atau 2.4 Meter.

Untuk rasio selain 1:1, biasanya menggunakan panjang diagonal sebagai pengukur panjang. Contohnya, 100” diagonal, maksudnya memiliki besar layar 1.5 X 2 Meter. sedangkan untuk ukuran 150” diagonal, maksudnya memiliki besar layar 2.2 X 2.9 meter.

Setelah mengetahui faktor faktor untuk menentukan ukuran layar dan layar yang tersedia di pasaran, anda bisa menentukan ukuran screen projector yang sesuai dengan kebutuhan anda.

Hubungi DimensiData.com

Tentang DimensiData

DimensiData.Com adalah Pusat Belanja Komputer untuk pribadi dan perusahaan Terlengkap dan termurah di Indonesia. Kami menyediakan komputer, laptop, notebok, server, printer, scanner, hard disk, storage nas dengan harga murah dan bergaransi resmi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Fatal error: Uncaught TypeError: implode(): Argument #2 ($array) must be of type ?array, string given in /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/vendor/matthiasmullie/minify/src/CSS.php:528 Stack trace: #0 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/vendor/matthiasmullie/minify/src/CSS.php(528): implode() #1 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/vendor/matthiasmullie/minify/src/CSS.php(314): MatthiasMullie\Minify\CSS->shortenColors() #2 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/vendor/matthiasmullie/minify/src/Minify.php(111): MatthiasMullie\Minify\CSS->execute() #3 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/inc/classes/subscriber/Optimization/class-minify-html-subscriber.php(90): MatthiasMullie\Minify\Minify->minify() #4 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/inc/vendors/classes/class-minify-html.php(212): WP_Rocket\Subscriber\Optimization\Minify_HTML_Subscriber->minify_inline_css() #5 [internal function]: Minify_HTML->_removeStyleCB() #6 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/inc/vendors/classes/class-minify-html.php(110): preg_replace_callback() #7 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/inc/vendors/classes/class-minify-html.php(48): Minify_HTML->process() #8 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/inc/classes/subscriber/Optimization/class-minify-html-subscriber.php(77): Minify_HTML::minify() #9 /home/blogdime/public_html/wp-includes/class-wp-hook.php(324): WP_Rocket\Subscriber\Optimization\Minify_HTML_Subscriber->process() #10 /home/blogdime/public_html/wp-includes/plugin.php(205): WP_Hook->apply_filters() #11 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/inc/classes/Buffer/class-optimization.php(94): apply_filters() #12 [internal function]: WP_Rocket\Buffer\Optimization->maybe_process_buffer() #13 /home/blogdime/public_html/wp-includes/functions.php(5420): ob_end_flush() #14 /home/blogdime/public_html/wp-includes/class-wp-hook.php(324): wp_ob_end_flush_all() #15 /home/blogdime/public_html/wp-includes/class-wp-hook.php(348): WP_Hook->apply_filters() #16 /home/blogdime/public_html/wp-includes/plugin.php(517): WP_Hook->do_action() #17 /home/blogdime/public_html/wp-includes/load.php(1270): do_action() #18 [internal function]: shutdown_action_hook() #19 {main} thrown in /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/vendor/matthiasmullie/minify/src/CSS.php on line 528