Home > Networking > Pengertian Protokol Jaringan dan Fungsi serta Jenis Protokol Jaringan
Pengertian Protokol Jaringan Komputer

Pengertian Protokol Jaringan dan Fungsi serta Jenis Protokol Jaringan

Pengertian Protokol Jaringan dan Fungsi serta Jenis Protokol Jaringan – Bagi Anda yang tidak begitu paham soal proses membuat jaringan, istilah protokol mungkin sulit untuk ditangkap apa maksudnya. Nah bagi Anda yang beleum mengerti tentang apa itu protokol jaringan dan apa fungsinya, serta apa saja jenis-jenis pada protokol jaringan? yuk simak penjelasaanya berikut!

Pengertian Protokol Jaringan Komputer

Pengertian Protokol Jaringan secara sederhana adalah aturan yang diterapkan agar data yang mengalir dalam jaringan komputer sesuai dengan keinginan. Umumnya keinginan ini berupa aliran data yang lebih efisien, namun terkadang Anda bisa memberi aturan khusus seperti melakukan blok untuk akses data tertentu.

Terdapat pengertian lain yang menjelaskan bahwa protokol adalah merupakan perangat penataan yang digunakan di dalam sebuah jaringan, yang merupakan suatu yang sudah diatur untuk menata atau menyusun komunikasi antar beberapa komputer dalam sebuah jaringan, sehingga komputer dari jaringan dan komputer yang berbeda jenis dapat saling mentransfer informasi dan saling berkomunikasi satu sama lain.

Fungsi Protokol Jaringan Komputer

Secara umum, fungsi protokol digunakan untuk mengatur bagaimana sebuah data diproses dari satu alat komputer ke alat – alat lain. Alat lain ini bisa berbentuk komputer lain, layar besar, printer, fax scanner dan masih banyak lagi.

Secara khusus fungsi protokol hanya 2, yaitu :

  • Membuat akses data lebih lancar antar alat dalam jaringan

Hal ini berhubungan dengan tipe data yang dikirim dan diterima sebuah komputer. Dalam sebuah jaringan, alat yang dikoneksikan belum tentu memiliki kemampuan yang sama dalam memproses data yang diterima. Contoh saja data dengan bentuk 16bit diterima oleh alat yang hanya membaca data 32bit. Jika hal ini dibiarkan, error akan muncul dan alur data akan terganggu.

Protokol disini mampu mengatur distribusi data agar dengan memecah data dan menggabungkannya lagi. Jadi saat dikirim, data akan disesuaikan sesuai kebutuhan alat yang menerima.

  • Membuat penyaluran informasi lebih aman

Fungsi ini berhubungan dengan kemampuan protokol untuk bekerja sebagai penjaring data. Jika ada data yang tidak sesuai dengan aturan yang sudah ditentukan, data tersebut akan di stop. Hal inilah yang biasanya digunakan untuk memblok akses website tertentu di jaringan komputer.

Protokol juga bisa jadi pengatur akses data. Alat yang tidak punya authority untuk akses sebuah data tidak dapat melihat data tertentu.

Hal ini penting misalnya di sebuah kantor. Jika semua karyawan dapat mengakses semua data, ada kemungkinan informasi rahasia perusahaan bisa bocor. Nah, untuk itulah protokol membuat file – file tertentu hanya bisa diakses pegawai dengan authority sekelas manager ataupun CEO. Biasanya authority ini ditunjukan dengan MAC address ataupun ID dan password.

Pengertian, Fungsi dan Jenis Protokol Pada Jaringan Komputer

Jenis – Jenis Protokol

Untuk jenis – jenis protokol, ada 3 bentuk yang paling sering dijumpai. Berikut adalah macam jenis protokol tersebut :

  • HTTP (Hypertext Transfer Protokol)

Bentukan ini adalah protokol yang paling sering diakses dalam penggunaan internet browser. Bentukan ini mengubah format kode – kode yang ada dalam website menjadi bentuknya di halaman browser. Sebetulnya https dan http itu mirip, bendanya hanya terletak pada tingkat keamanannya. Http biasanya lebih sulit terjangkit virus dan malware karena akses datanya dienkripsi terlebih dahulu.

  • FTP (File Transfer Protokol)

FTP adalah bentuk transfer protokol yang beroperasi di bawah TCP. Protocol ini biasanya terdiri dari minimal 1 server dan 1 client. FTP server menyediakan akses data untuk merespon permintaan FTP client. Contohnya saat di kantor, pekerjaan setiap karyawan tersimpan di server milik kantor. Karyawan yang datang untuk bekerja hari itu tinggal mengakses server dan mengambil dokumen pekerjaan dari situ.

Akses client ditentukan oleh aturan yang ditentukan FTP-nya. Menggunakan contoh kantor yang sebelumnya, bisa dibilang file untuk manager dan CEO tidak bisa diakses oleh komputer milik karyawan karena sudah diatur pada protokolnya.

  • SSH (Secure Shell)

SSH adalah protokol jaringan yang dilakukan antara dua komputer atau lebih walau dengan jarang jauh. Hal ini lebih sering digunakan untuk mengontrol akses data dari remote server. Kelebihan SSH dibanding protokol lain adalah tingkat keamanannya.

Walaupun mengakses dari jarak jauh, SSH mengirim data melalui sistem otentikasi, otorisasi dan enkripsi khusus. Jadi saat akses data, hanya komputer dengan aturan yang sama yang bisa mendapatkan data. Jika komputer lain mengakses dengan sistem yang tidak tepat, data akan menyebabkan error dan tidak bisa dibaca.

Hubungi DimensiData.com

Tentang DimensiData

DimensiData.Com adalah Pusat Belanja Komputer untuk pribadi dan perusahaan Terlengkap dan termurah di Indonesia. Kami menyediakan komputer, laptop, notebok, server, printer, scanner, hard disk, storage nas dengan harga murah dan bergaransi resmi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Fatal error: Uncaught TypeError: implode(): Argument #2 ($array) must be of type ?array, string given in /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/vendor/matthiasmullie/minify/src/CSS.php:528 Stack trace: #0 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/vendor/matthiasmullie/minify/src/CSS.php(528): implode() #1 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/vendor/matthiasmullie/minify/src/CSS.php(314): MatthiasMullie\Minify\CSS->shortenColors() #2 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/vendor/matthiasmullie/minify/src/Minify.php(111): MatthiasMullie\Minify\CSS->execute() #3 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/inc/classes/subscriber/Optimization/class-minify-html-subscriber.php(90): MatthiasMullie\Minify\Minify->minify() #4 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/inc/vendors/classes/class-minify-html.php(212): WP_Rocket\Subscriber\Optimization\Minify_HTML_Subscriber->minify_inline_css() #5 [internal function]: Minify_HTML->_removeStyleCB() #6 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/inc/vendors/classes/class-minify-html.php(110): preg_replace_callback() #7 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/inc/vendors/classes/class-minify-html.php(48): Minify_HTML->process() #8 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/inc/classes/subscriber/Optimization/class-minify-html-subscriber.php(77): Minify_HTML::minify() #9 /home/blogdime/public_html/wp-includes/class-wp-hook.php(324): WP_Rocket\Subscriber\Optimization\Minify_HTML_Subscriber->process() #10 /home/blogdime/public_html/wp-includes/plugin.php(205): WP_Hook->apply_filters() #11 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/inc/classes/Buffer/class-optimization.php(94): apply_filters() #12 [internal function]: WP_Rocket\Buffer\Optimization->maybe_process_buffer() #13 /home/blogdime/public_html/wp-includes/functions.php(5420): ob_end_flush() #14 /home/blogdime/public_html/wp-includes/class-wp-hook.php(324): wp_ob_end_flush_all() #15 /home/blogdime/public_html/wp-includes/class-wp-hook.php(348): WP_Hook->apply_filters() #16 /home/blogdime/public_html/wp-includes/plugin.php(517): WP_Hook->do_action() #17 /home/blogdime/public_html/wp-includes/load.php(1270): do_action() #18 [internal function]: shutdown_action_hook() #19 {main} thrown in /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/vendor/matthiasmullie/minify/src/CSS.php on line 528