Home > Komputer > Kenapa Harus Menggunakan Ultrabook Asus VivoBook S400C

Kenapa Harus Menggunakan Ultrabook Asus VivoBook S400C

Sebagai Ultrabook, asus memiliki banyak sekali keunggulan sehingga Anda tau mengapa Anda harus memilih produk ini sebagai ultrabook koleksian Anda. Lihat saja produk Asus VivoBook S400C mengusung prosesor Intel Core i3-3217U yang hemat daya dan memory DDR3 sebesar 4GB sebagai dapur pacunya. Kurang puas dengan prosesor Intel Core i3? Asus juga menawarkan prosesor Intel Core i5 dan Core i7 pada ultrabook ini. Kapasitas penyimpanan data yang diberikan juga cukup besar, Anda dapat menyimpan berbagai data dan file multimedia pada hard disk sebesar 500GB. Ultrabook ini juga dilengkapi dengan SSD sebesar 24 GB sebagai cache yang berguna untuk meningkatkan kinerja ultrabook ini secara keseluruhan.

Kenapa Harus Menggunakan Ultrabook Asus VivoBook S400C_2

Layar yang di gunakan pada Asus VivoBook S400C cukup nyaman di guakan berkerja sehari-hari karena mempunyai ukuran layar 14″ dengan resolusi 1366×768. Ultrabook ini  menggunakan layar jenis gloss yang sedikit mengganggu Anda saat digunakan di luar ruangan, karena akan menangkap bayangan di sekitar Anda. Namun, Anda dapat meminimalisasikannya dengan menaikkan tingkat brightness. Viewing angle-nya juga tergolong baik karena layar tidak mengalami perubahan gradasi warna yang berlebihan jika dilihat dari sisi kiri dan kanan. Layar akan mengalami perubahan gradasi warna bila Anda melihatnya dari sisi atas. Ini merupakan salah satu contoh produk asus yang memiliki banyak keunggulan.

Berbicara soal layar, Asus VivoBook S400C dilengkapi dengan layar sentuh sehingga Anda dapat mengoperasikan ultrabook ini layaknya sebuah tablet tetapi dengan keyboard. Layar sentuh ini sangat nyaman sekali digunakan pada tampilan Windows 8 Metro UI, Anda dapat bergeser dari satu windows ke windows lain dan membuka tutup aplikasi dengan mudah hanya dengan menggerakkan jari Anda di layar. Layar yang digunakan oleh Asus VivoBook S400C cukup responsif ketika kami gunakan dan tidak terasa adanya lagging ketika menggeser dari satu windows ke windows lain atau ketika melakukan gerakan multi touch.

Selain tipe di atas, keunggulan dari ultrabook milik asus juga bisa kita temukan di Asus Zenbook UX32VD. Ultrabook ini mangusung tampilan tipis dengan ketebalan maksimum 18mm. Tubuh ultrabook meruncing ke arah pinggir (tapered design), sementara jenis material yang digunakan adalah aluminium. Bobotnya relatif ringan, hanya sekitar 1,45 kg sehingga tidak terlalu membebani pengguna ketika dibawa di dalam tas. Logo Asus tertera di bagian belakang layarnya yang terbuat dari polished aluminum. Warna perak menjadi tema utama ultrabook ini. Stiker logo pun berwarna putih dan abu-abu agar selaras.

Kenapa Harus Menggunakan Ultrabook Asus VivoBook S400C_3

Deretan konektor di sisi kiri adalah:
– 1x USB 3.0
– SD Card Reader

Sementara konektor di sisi kanan adalah:
– 2x SUB 3.0
– 1x HDMI
– 1x Mini-VGA
– Headphone-out jack (3,5mm, audio-in combo)
– Adaptor

Keyboard pada Asus Zenbook UX32VD menggunakan desain chiclet dengan tombol-tombol berwarna hitam. Rangkaian tombol dipisahkan oleh celah yang lumayan lebar. ouchpad yang dipakai berukuran relatif besar untuk ukuran komputer jinjing, yaitu selebar 10.5 x 7cm. Seluruh permukaannya sensitif terhadap tekanan, jadi pengguna bisa menekan di area manapun  untuk memberikan input. Tombol klik kiri dan kanan dibedakan dengan sebuah pemisah di bagian bawah. Untuk memudahkan pengguna ketika mengetik dalam kondisi kurang cahaya, keyboard Asus Zenbook UX32VD dilengkapi fasilitas backlighting yang intensitasnya bisa diatur menggunakan tombol function.

Hubungi DimensiData.com

Tentang DimensiData

DimensiData.Com adalah Pusat Belanja Komputer untuk pribadi dan perusahaan Terlengkap dan termurah di Indonesia. Kami menyediakan komputer, laptop, notebok, server, printer, scanner, hard disk, storage nas dengan harga murah dan bergaransi resmi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Fatal error: Uncaught TypeError: implode(): Argument #2 ($array) must be of type ?array, string given in /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/vendor/matthiasmullie/minify/src/CSS.php:528 Stack trace: #0 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/vendor/matthiasmullie/minify/src/CSS.php(528): implode() #1 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/vendor/matthiasmullie/minify/src/CSS.php(314): MatthiasMullie\Minify\CSS->shortenColors() #2 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/vendor/matthiasmullie/minify/src/Minify.php(111): MatthiasMullie\Minify\CSS->execute() #3 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/inc/classes/subscriber/Optimization/class-minify-html-subscriber.php(90): MatthiasMullie\Minify\Minify->minify() #4 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/inc/vendors/classes/class-minify-html.php(212): WP_Rocket\Subscriber\Optimization\Minify_HTML_Subscriber->minify_inline_css() #5 [internal function]: Minify_HTML->_removeStyleCB() #6 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/inc/vendors/classes/class-minify-html.php(110): preg_replace_callback() #7 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/inc/vendors/classes/class-minify-html.php(48): Minify_HTML->process() #8 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/inc/classes/subscriber/Optimization/class-minify-html-subscriber.php(77): Minify_HTML::minify() #9 /home/blogdime/public_html/wp-includes/class-wp-hook.php(324): WP_Rocket\Subscriber\Optimization\Minify_HTML_Subscriber->process() #10 /home/blogdime/public_html/wp-includes/plugin.php(205): WP_Hook->apply_filters() #11 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/inc/classes/Buffer/class-optimization.php(94): apply_filters() #12 [internal function]: WP_Rocket\Buffer\Optimization->maybe_process_buffer() #13 /home/blogdime/public_html/wp-includes/functions.php(5420): ob_end_flush() #14 /home/blogdime/public_html/wp-includes/class-wp-hook.php(324): wp_ob_end_flush_all() #15 /home/blogdime/public_html/wp-includes/class-wp-hook.php(348): WP_Hook->apply_filters() #16 /home/blogdime/public_html/wp-includes/plugin.php(517): WP_Hook->do_action() #17 /home/blogdime/public_html/wp-includes/load.php(1270): do_action() #18 [internal function]: shutdown_action_hook() #19 {main} thrown in /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/vendor/matthiasmullie/minify/src/CSS.php on line 528