Home > Berita Teknologi > Cara Setting Mikrotik dengan Modem Indihome
Cara Setting Mikrotik dengan Modem Indihome Terbaru 2019

Cara Setting Mikrotik dengan Modem Indihome

Cara Setting Mikrotik dengan Modem Indihome Terbaru 2019 – Setelah penerapan kebijakan FUP atau Fair Usage Policy bulanan oleh Indihome, masing-masing pelanggan masih tetap bisa mengakses internet namun dengan kecepatan yang disesuaikan jika pelanggan sudah mencapai FUP tersebut. Harap dicatat bahwa FUP bukanlah kuota, karena FUP lebih mengarah pada kecepatan wajar dalam penggunaan internet. Disamping itu Anda sudah harus mengerti pengertian Mikrotik dan macam jenis Mikrotik agar lebih mudah mengetahui Cara Setting Mikrotik dengan Modem Indihome.

Karena itu, agar Anda tidak kena FUP terlalu cepat, Anda perlu menerapkan manajemen bandwidth alias bandwidth limiter. Adanya Mikrotik RouterOS dengan berbagai fitur yang tersedia akan bisa membantu Anda untuk melakukan manajemen bandwidth tersebut. Akan tetapi, sebelumnya Anda tentunya perlu setting Mikrotik terlebih dahulu, yang langkahnya akan dijelaskan berikut ini.

Cara Setting Mikrotik dengan Modem Indihome

Setting Mikrotik dengan Indihome

Setelah Anda menentukan IP yang akan Anda gunakan, lanjutkan dengan setting mikrotik dengan setting topology dan network. Setelah itu, reset mikrotik Anda terlebih dahulu, baik itu secara NetInstall maupun manual.

Untuk langkah-langkah setting mikrotik dengan modem Indihome, berikut ini penjelasannya.

  • Hubungkan semua perangkat Anda, misalnya modem port1 ke mikrotik ether1, dan hub ke mikrotik ether 2, sesuai dengan topology.
  • Buka Winbox dan login dengan menggunakan MAC Address.
  • Ketika ada kotak informasi muncul dengan header RouterOS Default Configuration, klik tombol Remove Configuration. Kotak ini biasanya muncul karena pengguna baru saja melakukan manual atau hard reset.
  • Buat Dhcp-client agar Anda tidak perlu lagi untuk input manual static IP di mikrotik nantinya. Sebab, ada kemungkinan Anda tidak tahu IP modem yang sebenarnya. Dan dengan membuat Dhcp-client, Anda pun bisa membuat default route secara langsung dan mengetahui IP modem Anda. untuk membuat Dhcp-client, pastikan bahwa pengaturan pada modem Indihome Anda masih standar, alias belum diutak-atik atau diubah sedikitpun. Sebab, Dhcp-server modem Indihome secara default sudah dapat diaktifkan.
  • Buat pengaturan DNS pada mikrotik Anda.
  • Buat Network Address Translation (NAT), dan lakukan pengaturan ini hanya untuk interface yang mengarah untuk publik. Tujuan dari NAT sendiri adalah untuk menerjemahkan alamat IP publik ke alamat IP privat, dan sebaliknya. Dengan begitu, komputer dengan NAT di jaringan lokal pun dapat mengakses internet.
  • Lakukan tes ping dari terminal winbox. Ketika Anda sudah sampai di tahap ini, pastikan semua pink sudah replay.
  • Setting IP mikrotik yang ada pada interface atau ether 2, yang tersambung ke Hub. Dengan begitu, nantinya IP tersebut pun bisa jadi gateway untuk tiap-tiap komputer.
  • Buat pengaturan IP pada komputer yang akan Anda pakai. Apabila Anda menggunakan lebih dari satu komputer (misalnya untuk warnet, rumah dan keluarga, atau kantor), pastikan bahwa pengaturan IP tersebut masih di dalam subnet yang sama.
  • Lakukan tes ping di komputer Anda. Apabila sudah replay, maka setting mikrotik Anda sudah selesai dan siap.

Manajemen Bandwidth pada Mikrotik

Begitu Anda sudah selesai melakukan pengaturan mikrotik dari modem Indihome Anda, sebenarnya komputer sudah bisa langsung digunakan untuk mengakses internet. Nah, jika Anda juga ingin menerapkan manajemen bandwidth seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Anda bisa gunakan cara mudah berikut ini dengan memanfaatkan teknik simple queue.

Yang perlu Anda lakukan adalah menyalin kode berikut ini, kemudian paste ke terminal winbox:

/queue simple

add max-limit=1M/5M name=Global target=190.154.2.0/01

/

for dsi from 2 to 10 do={/queue simple add name=”PC-Client-$dsi” target=”190.154.2.$dsi” max-limit=300000/512000 parent=Global}

Di dalam kode tersebut, perhatikan bahwa jumlah bandwidth yang dibatasi untuk upload adalah 1MB. Sedangkan batas untuk download adalah 5MB. Kemudian, manajemen bandwidth ini berlaku untuk network LAN 190.154.2.0/01, serta batas untuk masing-masing PC adalah 300k upload dan 512k download. Anda bisa ubah angkanya sesuai dengan IP Anda dan kebutuhan untuk batasannya.

Kemudian, script di atas adalah script dengan tujuan range IP 190.154.2.2-10. Apabila jaringan Anda melebihi itu, atau jika urutan IP Anda berbeda, Anda bisa sesuaikan bagian “2 to 10” yang ada di dalam script tersebut.

Anda pun bisa menambahkan script untuk manajemen bandwidth YouTube, yang tidak akan dibahas secara mendetail di sini. Yang perlu Anda perhatikan adalah untuk menambahkan script batasan YouTube tersebut di posisi yang paling atas pada urutan queue-nya.

Itulah rangkuman cara setting mikrotik dengan modem Indihome. Semoga bermanfaat!

Hubungi DimensiData.com

Tentang DimensiData

DimensiData.Com adalah Pusat Belanja Komputer untuk pribadi dan perusahaan Terlengkap dan termurah di Indonesia. Kami menyediakan komputer, laptop, notebok, server, printer, scanner, hard disk, storage nas dengan harga murah dan bergaransi resmi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Fatal error: Uncaught TypeError: implode(): Argument #2 ($array) must be of type ?array, string given in /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/vendor/matthiasmullie/minify/src/CSS.php:528 Stack trace: #0 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/vendor/matthiasmullie/minify/src/CSS.php(528): implode() #1 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/vendor/matthiasmullie/minify/src/CSS.php(314): MatthiasMullie\Minify\CSS->shortenColors() #2 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/vendor/matthiasmullie/minify/src/Minify.php(111): MatthiasMullie\Minify\CSS->execute() #3 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/inc/classes/subscriber/Optimization/class-minify-html-subscriber.php(90): MatthiasMullie\Minify\Minify->minify() #4 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/inc/vendors/classes/class-minify-html.php(212): WP_Rocket\Subscriber\Optimization\Minify_HTML_Subscriber->minify_inline_css() #5 [internal function]: Minify_HTML->_removeStyleCB() #6 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/inc/vendors/classes/class-minify-html.php(110): preg_replace_callback() #7 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/inc/vendors/classes/class-minify-html.php(48): Minify_HTML->process() #8 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/inc/classes/subscriber/Optimization/class-minify-html-subscriber.php(77): Minify_HTML::minify() #9 /home/blogdime/public_html/wp-includes/class-wp-hook.php(324): WP_Rocket\Subscriber\Optimization\Minify_HTML_Subscriber->process() #10 /home/blogdime/public_html/wp-includes/plugin.php(205): WP_Hook->apply_filters() #11 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/inc/classes/Buffer/class-optimization.php(94): apply_filters() #12 [internal function]: WP_Rocket\Buffer\Optimization->maybe_process_buffer() #13 /home/blogdime/public_html/wp-includes/functions.php(5420): ob_end_flush() #14 /home/blogdime/public_html/wp-includes/class-wp-hook.php(324): wp_ob_end_flush_all() #15 /home/blogdime/public_html/wp-includes/class-wp-hook.php(348): WP_Hook->apply_filters() #16 /home/blogdime/public_html/wp-includes/plugin.php(517): WP_Hook->do_action() #17 /home/blogdime/public_html/wp-includes/load.php(1270): do_action() #18 [internal function]: shutdown_action_hook() #19 {main} thrown in /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/vendor/matthiasmullie/minify/src/CSS.php on line 528