Home > Komponen > Perbedaan Prosesor Dual Core, Quad Core, Hexa Core, dan Octa-core

Perbedaan Prosesor Dual Core, Quad Core, Hexa Core, dan Octa-core

Perbedaan Prosesor Dual Core, Quad Core, Hexa Core, dan Octa-core – Sebelumnya anda tentu pernah mendengar kan istilah Dual Core, Quad Core, Hexa Core, dan Octa-core. Yaps, istilah Dual Core, Quad Core, Hexa Core, dan Octa-core sering kali kita temukan pada spesifikasi Processor PC dan Laptop. Tapi tahukah anda apa pengertiannya?. Mungkin bagi orang orang awam, mereka tidak tahu tentang perngertian bahkan perbedaannya.

Tapi beberapa orang memahami istilah Dual Core, Quad Core, Hexa Core, dan Octa-core sebagai penentu perangkat mana yang paling bagus. Tapi karena pamahaman minim sehingga mereka menjadi salah dalam memilih perangkat komputer sesuai kebutuhan.

Nah maka dari itu pada kesempatan kali ini, saya coba terangkan mengenai istilah Dual Core, Quad Core, Hexa Core, dan Octa-core dan juga perbedaannya supaya tidak ada kesalah pahaman dan anda pun menjadi lebih pintar dalam memilih smartphone mapupun komputer sesuai dengan kebutuhan.

Perbedaan Prosesor Dual Core, Quad Core, Hexa Core, dan Octa-core

1. Pengertian Core pada Prosesor

Perbedaan Prosesor Dual Core, Quad Core, Hexa Core, dan Octa-core

Core memiliki arti “inti”. Istilah Core digunakan dalam istilah penentu jumlah core (jumlah inti) dari prosesor, baik CPU ataupun GPU.

Jumlah Core adalah jumlah inti yang digunakan pada processor. Biasanya digunakan untuk menentukan istilah dari Prosesor Dual Core, Quad Core, Hexa Core, dan Octa-core yaitu Single = 1

  • Prosesor Single Core = 1 Core
  • Prosesor Dual Core = 2 Core
  • Prosesor Quad Core = 4 Core
  • Prosesor Hexa Core = 6 Core
  • Prosesor Octa Core = 8 Core
  • Prosesor Deca Core = 10 Core

Nah, setelah anda mengetahui tentang pengertian dari “Core”. Maka kita akan mulai masuk pembahasan utama. Tapi jangan salah artikan dulu tentang istilah jumlah core. Karena meski jumlah corenya tinggi namun performanya belum tentu tinggi pula.

Pasalnya anda harus memperhatikan arsitektur rancangan pada prosesor tersebut. Apakah itu ARM, SoC, x64, atau x86. Karena masing maisng memiliki arti yang berbeda. Dimana anda harus memperhatikan spesifikasi CPU apakah ia menggunakan processor Core cepat ataukah Core hemat daya

2. Perbedaan Prosesor core hemat dan core hemat daya

Prosesor Core Cepat

Adalah Tipe inti pada CPU yang memiliki sifat sangat responsif atau cepat, namun kekurangannya terletak pada efisiensi daya. Dengan kata lain, meski angka GHz sudah diturunkan, tetap saja core ini tidak bisa hemat daya. Merk core cepat yang populer saat ini Cortex A57 dan Cortex A72

Prosesor Core Hemat Daya

Seperti namanya tipe CPU ini memiliki efisiensi daya yang irit atau hemat daya baterai. Kebalikan dari core cepat dimana meski angka GHz telah dinaikkan tapi tetap saja core ini tidak bisa memberikan respon yang cepat. Merk core hemat daya yang populer saat ini yaitu Cortex A53.

Jadi bila anda menanyakan mana yang lebih bagus antara Prosesor Dual Core, Quad Core, Hexa Core, dan Octa-core? Jawabannya adalag tergantung dengan arsitektur yang mana yang digunakan. Pasalnya setiap seri processor memiliki spesifikasi dan arsitektu berbeda.

Seiring perkembangan processor, saat ini sudah ada muncul sebuah rancangan prosesor terbaru yang lebih Custom Core. Salah satu merk processor custom care yang paling populer yaitu produk processor dari Qualcomm pada prosesor type Snapdragon series. Tak hanya itu Saat ini, kita sudah memiliki arsitektur prosesor “Krait” dan “Kryo” yang memiliki arsitektur lebih fleksibel.

Artinya, Type custom core yang satu ini bisa erpacu kencang, tapi juga dapat irit daya. Apabila GHz diturunkan, maka prosesor ini hanya memiliki 4 core saja. Konon untuk harga processor ini terbilang sangat mahal dan digunakan khusus untuk perangkat kelas atas saja.

Jadi kesimpulan dari pada Perbedaan Prosesor Dual Core, Quad Core, Hexa Core, dan Octa-core yaitu tergantung dari desain arsitektur atau rancangan inti pembuatannya.

Jangan lupa, dukungan memori RAM juga sangat mempengaruhi performa dari kinerja processor itu sendiri. Itu artinya Spesifikasi RAM harus sebanding dengan Spesifikasi Processor yang digunakan.

3. Pengertian apa itu GHz

Pada saat mereview tentang spesifikasi smartphone pastinya anda melihat tulisan seperti ini, “Dibekali dengan processor QuadCora berkecepatan 1.7 Ghz” sebetulnya apa maksudnya? oke, untuk lebih jelasnya simak ulasan berikut:

Kita telah mempelajari bahwasanya Processor tipe quadcore mempunyai 4 (empat) core inti yang sanggup bekerja melakukan perintah si pengguna, seandainya processor tersebut mempunyai kecepatan 1.7 GHz berarti masing-masing core tersebut mempunyai kecepatan 1.7 GHz yang tentunya sangat berpengaruh besar guna menjalankan perintah yang diinginkan oleh si pengguna.

Demikianlah ulasan mengenai Perbedaan Prosesor Dual Core, Quad Core, Hexa Core, dan Octa-core yang telah blog.dimensidata.com sedikit jelaskan supaya dapat memperluas pengetahuan mengenai jenis – jenis processor smartphone dan pc laptop saat ini.

Hubungi DimensiData.com

Tentang DimensiData

DimensiData.Com adalah Pusat Belanja Komputer untuk pribadi dan perusahaan Terlengkap dan termurah di Indonesia. Kami menyediakan komputer, laptop, notebok, server, printer, scanner, hard disk, storage nas dengan harga murah dan bergaransi resmi.

6 komentar

  1. numpang copas yg nomer 1

  2. Mantap sudah dijelaskan lengkap soalnya ane masih belum mengenal jenis-jenis cpu itu apa saja dan ternyata ada banyak.

  3. Terimakasih infonya sdg mencari hp dan membandingkan core2 nya dapat penjelasan disini, sangat bermanfaat sekali infonya.

  4. Hadehhh baca panjang2 jawabnya tergantung, setidaknya agan mengemukakan pendapat sendiri, jadi saya bingung jawaban yg tepat gak ada

  5. Rinci dan jelas sehingga mudah dipahami ?

  6. Terima kasih…
    Sangat bermanfaat…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Fatal error: Uncaught TypeError: implode(): Argument #2 ($array) must be of type ?array, string given in /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/vendor/matthiasmullie/minify/src/CSS.php:528 Stack trace: #0 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/vendor/matthiasmullie/minify/src/CSS.php(528): implode() #1 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/vendor/matthiasmullie/minify/src/CSS.php(314): MatthiasMullie\Minify\CSS->shortenColors() #2 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/vendor/matthiasmullie/minify/src/Minify.php(111): MatthiasMullie\Minify\CSS->execute() #3 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/inc/classes/subscriber/Optimization/class-minify-html-subscriber.php(90): MatthiasMullie\Minify\Minify->minify() #4 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/inc/vendors/classes/class-minify-html.php(212): WP_Rocket\Subscriber\Optimization\Minify_HTML_Subscriber->minify_inline_css() #5 [internal function]: Minify_HTML->_removeStyleCB() #6 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/inc/vendors/classes/class-minify-html.php(110): preg_replace_callback() #7 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/inc/vendors/classes/class-minify-html.php(48): Minify_HTML->process() #8 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/inc/classes/subscriber/Optimization/class-minify-html-subscriber.php(77): Minify_HTML::minify() #9 /home/blogdime/public_html/wp-includes/class-wp-hook.php(324): WP_Rocket\Subscriber\Optimization\Minify_HTML_Subscriber->process() #10 /home/blogdime/public_html/wp-includes/plugin.php(205): WP_Hook->apply_filters() #11 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/inc/classes/Buffer/class-optimization.php(94): apply_filters() #12 [internal function]: WP_Rocket\Buffer\Optimization->maybe_process_buffer() #13 /home/blogdime/public_html/wp-includes/functions.php(5420): ob_end_flush() #14 /home/blogdime/public_html/wp-includes/class-wp-hook.php(324): wp_ob_end_flush_all() #15 /home/blogdime/public_html/wp-includes/class-wp-hook.php(348): WP_Hook->apply_filters() #16 /home/blogdime/public_html/wp-includes/plugin.php(517): WP_Hook->do_action() #17 /home/blogdime/public_html/wp-includes/load.php(1270): do_action() #18 [internal function]: shutdown_action_hook() #19 {main} thrown in /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/vendor/matthiasmullie/minify/src/CSS.php on line 528