Home > Networking > Pengertian Subnetting dan Fungsinya Pada Jaringan Komputer
Pengertian Subnetting dan Fungsinya Pada Jaringan Komputer

Pengertian Subnetting dan Fungsinya Pada Jaringan Komputer

Pengertian Subnetting dan Fungsinya Pada Jaringan Komputer – Bagi Anda yang tidak terlalu mengerti tentang networking, Anda tentu bingung saat mendengar istilah subnetting. Istilah ini cukup banyak digunakan saat membangun network untuk kantor, organisasi, perpustakaan, warnet dan bahkan lab komputer. Jika Anda ingin tahu lebih tentang istilah ini, simak pembahasan berikut:

Pengertian Subnetting

Pada dasarnya subnetting ini adalah teknik untuk memecah jaringan network besar ke jaringan yang lebih kecil. Hal ini dilakukan dengan mengubah bit Host ID pada subnet mask menjadi Network ID yang baru.

Teknik ini bisa memecah network terlalu besar dan ribet menjadi network kecil – kecil dengan nama baru yang lebih mudah diatur. Subnetting ini sayangnya tidak bisa asal digunakan. Subnetting hanya cocok untuk dilakukan pada IP Address kelas tertentu. IP address ini adalah kelas A, B dan C. Subnetting biasanya dilakukan jika Anda menginginkan tambahan network tapi dengan jumlah host per network lebih kecil.

Pengertian Subnetting

Mengapa Melakukan Subnetting?

Alasan utama banyak orang melakukan subnetting ini adalah untuk dapat lebih baik mengalokasikan IP address. Jumlah IP ini terbatas, jadi jika jumlah host terlalu banyak, distribusinya tidak efisien. Kapasitas IP address ini berbeda tergantung kelasnya. IP address kelas A memiliki kapasitas 254, kelas B punya 65 ribu dan untuk kelas C memiliki 16 juta IP address yang siap dibagi ke host.

Jumlah IP address harus selalu disesuaikan dengan host. Jika terlalu sedikit, host akan saling berebut IP, sedangkan jika terlalu banyak, IP address yang tidak terpakai hanya akan membebani network. Kelas – kelas IP address memiliki gap yang terlalu tinggi dan jika dipakai tanpa subnetting, hasilnya network pasti bermasalah.

Contoh jasa untuk keperluan kantor dengan jumlah host 1.000. Jika menggunakan IP address kelas A, jumlah IP yang akan disebar tentu kurang. Tapi jika menggunakan kelas B, IP yang terbuang jadi terlalu besar. Jika menggunakan subnetting, IP address yang tidak terpakai di kelas B bisa dipisah menjadi network terpisah dan dibuat non-aktif agar tidak menjadi beban network yang aktif.

Alasan lain adalah membuat beban pekerjaan network menjadi lebih ringan. Masalah ini muncul karena jumlah host yang harus diatur terlalu banyak. Kapasitas network itu terbatas, jika host beroperasi bersamaan, mau tidak mau proses arus data jadi lambat. Jika host di bagi menjadi beberapa network, beban tiap network tentu akan lebih ringan.

Masih menggunakan contoh kantor dengan 1.000 host tadi, bebannya networknya pasti berat untuk dipakai secara bersamaan. Untuk solusinya, kantor tersebut menggunakan subnetting berdasarkan departemennya. Departemen keuangan memiliki network sendiri yang diisi 200 host, departemen humas diisi 100 host, departemen administrasi diisi 120 host dan seterusnya. Host yang mengisi ini belum tentu sama dengan maksimum host yang disediakan setiap network.

Penyesuaian jumlah maksimal host biasanya ditentukan dengan melakukan pembagian subnetting dengan rumus khusus. Pembagian – pembagian per department tersebut memastikan setiap host dapat lancar melakukan koneksi. Satu departemen yang diurusi satu network tentu bebannya lebih ringan daripada satu network kantor yang harus mengurus 1.000 host secara bersamaan.

Hal yang Diperlukan Untuk Subnetting

Jika Anda ingin mengaplikasikan subnetting, ada beberapa hal yang perlu Anda penuhi:

  1. Menentukan banyak network subnet yang dihasilkan dengan subnet mask
  2. Menentukan jumlah host yang ada di bawah tiap network subnet
  3. Menentukan subnet berdasarkan network yang akan digunakan
  4. Menentukan alamat broadcast bagi setiap network subnet yang dibuat
  5. Menentukan jumlah host yang diizinkan melakukan koneksi dalam satu network subnet

Jika semua hal di atas sudah ditentukan, Anda bisa langsung setting subnet untuk keperluan network Anda. Tapi untuk lebih mudahnya, Anda bisa serahkan pada petugas khusus agar tidak melakukan kesalahan.

Hubungi DimensiData.com

Tentang DimensiData

DimensiData.Com adalah Pusat Belanja Komputer untuk pribadi dan perusahaan Terlengkap dan termurah di Indonesia. Kami menyediakan komputer, laptop, notebok, server, printer, scanner, hard disk, storage nas dengan harga murah dan bergaransi resmi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Fatal error: Uncaught TypeError: implode(): Argument #2 ($array) must be of type ?array, string given in /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/vendor/matthiasmullie/minify/src/CSS.php:528 Stack trace: #0 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/vendor/matthiasmullie/minify/src/CSS.php(528): implode() #1 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/vendor/matthiasmullie/minify/src/CSS.php(314): MatthiasMullie\Minify\CSS->shortenColors() #2 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/vendor/matthiasmullie/minify/src/Minify.php(111): MatthiasMullie\Minify\CSS->execute() #3 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/inc/classes/subscriber/Optimization/class-minify-html-subscriber.php(90): MatthiasMullie\Minify\Minify->minify() #4 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/inc/vendors/classes/class-minify-html.php(212): WP_Rocket\Subscriber\Optimization\Minify_HTML_Subscriber->minify_inline_css() #5 [internal function]: Minify_HTML->_removeStyleCB() #6 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/inc/vendors/classes/class-minify-html.php(110): preg_replace_callback() #7 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/inc/vendors/classes/class-minify-html.php(48): Minify_HTML->process() #8 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/inc/classes/subscriber/Optimization/class-minify-html-subscriber.php(77): Minify_HTML::minify() #9 /home/blogdime/public_html/wp-includes/class-wp-hook.php(324): WP_Rocket\Subscriber\Optimization\Minify_HTML_Subscriber->process() #10 /home/blogdime/public_html/wp-includes/plugin.php(205): WP_Hook->apply_filters() #11 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/inc/classes/Buffer/class-optimization.php(94): apply_filters() #12 [internal function]: WP_Rocket\Buffer\Optimization->maybe_process_buffer() #13 /home/blogdime/public_html/wp-includes/functions.php(5420): ob_end_flush() #14 /home/blogdime/public_html/wp-includes/class-wp-hook.php(324): wp_ob_end_flush_all() #15 /home/blogdime/public_html/wp-includes/class-wp-hook.php(348): WP_Hook->apply_filters() #16 /home/blogdime/public_html/wp-includes/plugin.php(517): WP_Hook->do_action() #17 /home/blogdime/public_html/wp-includes/load.php(1270): do_action() #18 [internal function]: shutdown_action_hook() #19 {main} thrown in /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/vendor/matthiasmullie/minify/src/CSS.php on line 528