Home > Berita Teknologi > Menghindari Karyawan Nakal Dengan Mesin Absensi Sidik Jari

Menghindari Karyawan Nakal Dengan Mesin Absensi Sidik Jari

Keuntungan sebuah perusahaan pastinya tidak lepas dari andil besar segenap orang yang berada didalam struktur organisasi perusahaan tersebut. Ketersediaan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi yang bagus juga sudah merupakan sebuah standart yang tidak bisa dinegosiasikan lagi. Apalagi ditengah persaingan bisnis yang semakin gencar setiap hari. Bagian sumber daya manusia tentunya memegang peranan yang paling penting dalam mengelola asset perusahaan tersebut. Mereka harus menemukan solusi yang kreatif agar setiap orang dalam perusahaan bisa bekerja dengan nyaman namun memberikan dampak positif yang maksimal bagi kelangsungan hidup perusahaan.

Teknologi Informasi Pada Sumber Daya Manusia

Perkembangan teknologi informasi pun masuk kedalam bagian ini. Kita bisa melihat bahwa saat ini telah beredar luas software pengolah data karyawan dengan beragam fitur. Mulai dari yang satandart hingga yang mengakomodasi kebutuhan unik dari masing-masing perusahaan tersebut. Namun demikian, keberadaan software saja rupanya belum terasa maksimal didalam sistem manajemen data karyawan. Dibutuhkan sebuah alat untuk memaksimalkan kinerja dari software tersebut.

Mesin absensi memang telah lama digunakan pada perusahaan. Pada jaman dulu, ada mesin absensi manual yang terkenal dengan nama “mesin absensi ceklok” berangkat dari bunyi yang dikeluarkan mesin itu ketika karyawan memasukkan kartu absensi kedalam mesin tersebut. Lalu perkembangan teknologi memungkinkan perbaikan pada mesin tersebut dengan menggunakan sistem barcode. Sistem barcode ini sebenarnya sudah cukup untuk melakukan tugas utama yakni menghitung jam atau hari kehadiran dari masing-masing karyawan. Namun, tetap ditemukan adanya kekurangan dalam penggunaan kartu, seperti kartu hilang atau rusak, terkena air, dititipkan kepada rekan kerja atau satpam, dan lain sebagainya. Hingga akhirnya dengan perkembangan teknologi pembacaan sidik jari, kini mesin absensi dengan kemampuan pembacaan sidik jari sudah banyak ditemui dipasaran.

Mesin ini terbukti lebih aman dan nyaman ketika digunakan. Sebab mesin ini memperkecil bahkan menghilangkan kemungkinan adanya karyawan yang membolos kerja dengan cara menitipkan absen. Sehingga mesin ini cukup memiliki pangsa pasar yang luas.

Beberapa Kekurangan Yang Terdapat Pada Mesin Absensi

Meski begitu, tetap saja masih ada celah kekurangan yang terdapat dalam mesin absensi, seperti:

  • Sistem Bawaan Yang Kurang Mumpuni

Sebagian besar mesin absensi telah memiliki sistem bawaan. Yang man sistem tersebut akan menyimpan data absensi karyawan. Hanya saja software tersebut biasanya hanya terbatas menghitung jam masuk dan jam keluar. Jika perusahaan menginginkan sesuatu yang lebih, misalkan perhitungan total absen, pengaturan jadwal shift, karyawan yang bertugas keuar kota. Maka perusahaan tersebut butuh untuk membuat software sendiri yang terintegrasi dengan software bawaan dari aplikasi tersebut.

  • Tidak Maksimal Pada Penyimpanan Data Awal

Hal ini terjadi pada tipe-tipe awal dari mesin absensi. Sempat diketahui adanya bug ketika pertamakali menyimpan sidik jari. Yaitu, jika jari tidak ditekan dengan benar maka semua jari bisa dimasukkan untuk data orang tersebut. Tapi nampaknya, isu tersebut sudah tidak terdengar pada saat ini.

Menetukan Mesin Sistem Sidik Jari

Untuk medapatkan mesin yang terbaik, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti spesifikasi dan fitur. Hendaknya dipilih yang memang benar-benar sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Pastinya, tersedianya garansi yang bagus juga bisa menjadi salah satu pertimbangan. Yang kedua tentunya harga, biasanya harga mesin bergantung kepada fitur dan juga kemampuan merekam datanya. Sesuaikan jumlah kemampuan perekam data tersebut, dengan kebutuhan jumlah karyawan pada perusahaan yang anda kelola.

Kesimpulannya adalah sistem, sebagus apapun sistem tersebut, jika tidak sejalan dengan ketersediaan SDM yang mau mengikuti sistem, maka sistem sebagus apapun tidak akan berjalan dengan maksimal. Karena itu, perlu dipikirkan untuk meningkatkan kesadaran karyawan terlebih dahulu.

Hubungi DimensiData.com

Tentang DimensiData

DimensiData.Com adalah Pusat Belanja Komputer untuk pribadi dan perusahaan Terlengkap dan termurah di Indonesia. Kami menyediakan komputer, laptop, notebok, server, printer, scanner, hard disk, storage nas dengan harga murah dan bergaransi resmi.

3 komentar

  1. mudahan dengan ada atau tidaknya mesin absensi etos kerja diindonesia tetap terjaga…

    salam

  2. Mau Tanya hrg mesin Absensi yg digital begini brapa harganya?, Terima Kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Fatal error: Uncaught TypeError: implode(): Argument #2 ($array) must be of type ?array, string given in /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/vendor/matthiasmullie/minify/src/CSS.php:528 Stack trace: #0 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/vendor/matthiasmullie/minify/src/CSS.php(528): implode() #1 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/vendor/matthiasmullie/minify/src/CSS.php(314): MatthiasMullie\Minify\CSS->shortenColors() #2 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/vendor/matthiasmullie/minify/src/Minify.php(111): MatthiasMullie\Minify\CSS->execute() #3 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/inc/classes/subscriber/Optimization/class-minify-html-subscriber.php(90): MatthiasMullie\Minify\Minify->minify() #4 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/inc/vendors/classes/class-minify-html.php(212): WP_Rocket\Subscriber\Optimization\Minify_HTML_Subscriber->minify_inline_css() #5 [internal function]: Minify_HTML->_removeStyleCB() #6 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/inc/vendors/classes/class-minify-html.php(110): preg_replace_callback() #7 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/inc/vendors/classes/class-minify-html.php(48): Minify_HTML->process() #8 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/inc/classes/subscriber/Optimization/class-minify-html-subscriber.php(77): Minify_HTML::minify() #9 /home/blogdime/public_html/wp-includes/class-wp-hook.php(324): WP_Rocket\Subscriber\Optimization\Minify_HTML_Subscriber->process() #10 /home/blogdime/public_html/wp-includes/plugin.php(205): WP_Hook->apply_filters() #11 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/inc/classes/Buffer/class-optimization.php(94): apply_filters() #12 [internal function]: WP_Rocket\Buffer\Optimization->maybe_process_buffer() #13 /home/blogdime/public_html/wp-includes/functions.php(5420): ob_end_flush() #14 /home/blogdime/public_html/wp-includes/class-wp-hook.php(324): wp_ob_end_flush_all() #15 /home/blogdime/public_html/wp-includes/class-wp-hook.php(348): WP_Hook->apply_filters() #16 /home/blogdime/public_html/wp-includes/plugin.php(517): WP_Hook->do_action() #17 /home/blogdime/public_html/wp-includes/load.php(1270): do_action() #18 [internal function]: shutdown_action_hook() #19 {main} thrown in /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/vendor/matthiasmullie/minify/src/CSS.php on line 528