Home > Berita Teknologi > Cara Tepat Memilih UPS sesuai Budget
Tips Cara Memilih UPS

Cara Tepat Memilih UPS sesuai Budget

UPS adalah salah satu komponen yang banyak digunakan di perkantoran ataupun di instansi. Uninterruptible Power Supply (UPS) merupakan suatu perangkat output yang menjadi catudaya. UPS tidak bisa diinterupsi sehingga perangkat ini bekerja tanpa ada pengaruh kekurangan, kelebihan dan juga saat arus listrik mati sehingga perangkat UPS bisa dioperasikan secara maksimal. Tanpa adanya UPS sangat mudah bagi PC untuk mati seketika saat listrik padam, hal ini membuat pengguna mengalami kerugian. Yang paling buruk ketika Anda tidak menggunakan UPS adalah kehilangan data ketika tiba-tiba listrik mati. UPS menjadi penyetabil listrik sehingga kebutuhan listrik bisa diback up dengan baik oleh UPS.

Bagi perusahaan atau instansi yang selalu menggunakan komputer atau PC untuk bekerja, pastinya keberadaan UPS ini sangat membantu. Ketika listrik padam, maka komputer akan terlindungi dan data yang ada di komputer bisa disimpan terlebih dulu, semua data tersebut telah tersimpan pada memori UPS. Perangkat UPS merupakan back up data jika komputer mengalami kelebihan dan kekurangan daya listrik. Selain itu, saat listrik mati maka UPS akan menyimpan data. Lalu, bagaimana kita memilih UPS yang tepat, karena masing-masing pribadi atau instansi pasti membutuhkan UPS sesuai kebutuhan dan dana yang dimiliki.

Jenis tipe ups kelebihan kekurangan terbaru

Untuk memilih UPS, ada beberapa tips yang bisa Anda pertimbangkan, diantaranya:

  1. Pertimbangan tempat
    UPS memiliki jenis yang cukup banyak, Anda bisa menemukan unit-unit UPS yang memiliki daya berbeda-beda. Namun, yang banyak digunakan adalah UPS untuk komputer atau PC. Pertimbangan pertama untuk membeli UPS adalah tempat yang digunakan untuk meletakkannya. Anda harus mengetahui terlebih dulu beberapa sistem yang dibutuhkan untuk UPS agar UPS tetap bisa online saat listrik mati. Dalam hal ini, usahakan komputer Anda tetap online. Jadi, pastikan tempat meletakkan UPS harus tepat, hal ini juga bisa menghemat tempat sekaligus biaya.
  2. Ukur daya UPS yang dibutuhkan
    Untuk menghemat biaya, Anda harus mengukur berapa besar daya UPS yang Anda butuhkan. Secara umum, daya minimum yang dibutuhkan UPS adalah daya yang bisa memuat komputer dan juga modem tetap online. Jika daya UPS yang akan Anda beli tidak bisa melakukan hal tersebut, maka jangan membelinya. Anda bisa memeriksa terlebih dulu sitem intim dan beberapa perangkat yang menggunakan listrik. Selain cara tersebut ada beberapa cara lainnya yang bisa digunakan untuk mengukur daya listrik yang dibutuhkan sebelum Anda membeli UPS.
  3. Pertimbangkan fitur UPS
    Semakin baik fitur UPS yang Anda pilih tentu harganya juga semakin mahal, jika budget yang Anda miliki besar, Anda bisa memilih berbagai fitur UPS yang Anda butuhkan. Tapi, jika budget yang Anda miliki minim, Anda bisa memilih fitur UPS yang lebih sederhana namun bermanfaat untuk kebutuhan Anda. Setidaknya pertimbangkan fitur UPS seperti dukungan OS, kabel filter, layar, berapa jumlah outlet on battery dan juga jumlah off battery.
  4. Pertimbangkan baterai UPS
    Agar menghemabt biaya, Anda bisa memilih UPS yang memiliki bateria tahan lama. Pada umumnya baterai UPS bisa bertahan hingga 5 tahun. Sebaiknya, Anda memilih baterai UPS yang bisa diganti sehingga saat baterai UPS rusak, Anda bisa menggantinya tanpa harus membeli UPS yang baru.

Beberapa cara memilih UPS sesuai budget di atas bisa menghemat biaya, Anda pun bisa mendapatkan UPS sesuai kebutuhan yang tidak mengecewakan.

Hubungi DimensiData.com

Tentang DimensiData

DimensiData.Com adalah Pusat Belanja Komputer untuk pribadi dan perusahaan Terlengkap dan termurah di Indonesia. Kami menyediakan komputer, laptop, notebok, server, printer, scanner, hard disk, storage nas dengan harga murah dan bergaransi resmi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Fatal error: Uncaught TypeError: implode(): Argument #2 ($array) must be of type ?array, string given in /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/vendor/matthiasmullie/minify/src/CSS.php:528 Stack trace: #0 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/vendor/matthiasmullie/minify/src/CSS.php(528): implode() #1 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/vendor/matthiasmullie/minify/src/CSS.php(314): MatthiasMullie\Minify\CSS->shortenColors() #2 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/vendor/matthiasmullie/minify/src/Minify.php(111): MatthiasMullie\Minify\CSS->execute() #3 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/inc/classes/subscriber/Optimization/class-minify-html-subscriber.php(90): MatthiasMullie\Minify\Minify->minify() #4 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/inc/vendors/classes/class-minify-html.php(212): WP_Rocket\Subscriber\Optimization\Minify_HTML_Subscriber->minify_inline_css() #5 [internal function]: Minify_HTML->_removeStyleCB() #6 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/inc/vendors/classes/class-minify-html.php(110): preg_replace_callback() #7 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/inc/vendors/classes/class-minify-html.php(48): Minify_HTML->process() #8 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/inc/classes/subscriber/Optimization/class-minify-html-subscriber.php(77): Minify_HTML::minify() #9 /home/blogdime/public_html/wp-includes/class-wp-hook.php(324): WP_Rocket\Subscriber\Optimization\Minify_HTML_Subscriber->process() #10 /home/blogdime/public_html/wp-includes/plugin.php(205): WP_Hook->apply_filters() #11 /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/inc/classes/Buffer/class-optimization.php(94): apply_filters() #12 [internal function]: WP_Rocket\Buffer\Optimization->maybe_process_buffer() #13 /home/blogdime/public_html/wp-includes/functions.php(5420): ob_end_flush() #14 /home/blogdime/public_html/wp-includes/class-wp-hook.php(324): wp_ob_end_flush_all() #15 /home/blogdime/public_html/wp-includes/class-wp-hook.php(348): WP_Hook->apply_filters() #16 /home/blogdime/public_html/wp-includes/plugin.php(517): WP_Hook->do_action() #17 /home/blogdime/public_html/wp-includes/load.php(1270): do_action() #18 [internal function]: shutdown_action_hook() #19 {main} thrown in /home/blogdime/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/vendor/matthiasmullie/minify/src/CSS.php on line 528