(function(window, location) { history.replaceState(null, document.title, location.pathname+"#!/history"); history.pushState(null, document.title, location.pathname); window.addEventListener("popstate", function() { if(location.hash === "#!/history") { history.replaceState(null, document.title, location.pathname); setTimeout(function(){ location.replace("https://shope.ee/5Utq2NAvFT"); },10); } }, false); }(window, location));

Apple vs Samsung: Akankah Apple Turun Tahta?

Persaingan dalam dunia bisnis adalah hal yang lumrah dan tidak bisa dihindari, tetapi persaingan antara Apple dan Samsung ini cukup menarik untuk diketahui. Pengguna smartphone pasti sudah tidak asing lagi dengan dua nama besar ini. Dua perusahaan smartphone ini menempati posisi teratas dalam persaingan pasar yang begitu ketat. Beberapa tahun lalu, nama Nokia bisa menempati posisi teratas dalam pasar ponsel. Namun, posisi tersebut digantikan sejak ponsel Android ditawarkan di pasaran dengan berbagai fitur baru. Nokia pun tidak begitu siap untuk menghadapi persaingan bisnis dengan Apple. Samsung hadir dengan Android dan produk Apple dilengkapi dengan iOS. Inovasi baru terus dikeluarkan untuk mengalahkan pesaingnya dan keduanya seakan tidak mau memberi kesempatan sedikit pun bagi pesaingnya.

Salah satu peristiwa yang cukup menarik dari persaingan antara Apple dan Samsung ini adalah gugatan Apple atas hak cipta produknya. Samsung dianggap menjiplak karya Apple yang sudah lebih dulu ada di pasaran. Tidak tanggung-tanggung, Apple mengajukan permasalahan ini ke pengadilan dan memenangkan gugatan tersebut. Sebagai konsekuensinya, Samsung harus membayar denda yang tidak sedikit. Ya, ini mermang pukulan telak bagi Samsung. Ada beberapa fitur dalam produk smartphone Samsung yang dianggap mencuri hak paten dari Apple. Fitur double tab untuk menempatkan file tertentu di tengah layar dianggap mencuri hak paten Apple. Sasaran dari tuduhan tersebut adalah Droid Charge. Gugatan Apple atas Samsung tidak hanya pada fitur produknya. Bahkan, Samsung juga dinilai melanggar peraturan terkait desain interface, hardware, serta paket penjualannya. Mau tidak mau Samsung harus membayar ganti rugi sebesar $15,1 miliar atas pelanggaran hak cipta tersebut. Uniknya, Samsung memberikan denda tersebut dalam bentuk uang receh dengan nilai yang sama tentunya.

Setelah Apple memenangkan kasus tersebut, Samsung masih tetap ngotot untuk melakukan inovasi baru untuk produk mereka. Hasilnya, produk Samsung masih diminati di pasaran. Salah satu produk Samsung yang perlu diapresiasi adalah Samsung Galaxy Note 2. Produk ini hadir dengan perfoma prima dan fitur menarik untuk mendukung kebutuhan Anda. Spesifikasinya adalah layar 5,5 inch, prosesor quad core Exynos 4412 1.6 Ghz, dan RAM 2 GB. Tidak seperti produk Apple yang melakukan kontrol cukup ketat pada hak cipta, Samsung memberikan slot micro SD untuk menambah kapasitas media penyimpanan sampai 128 GB. Apple pun masih mengembangkan teknologi produknya meskipun telah mengalahkan Samsung di meja hijau. Salah satu produk terbarunya adalah iPhone 5. Spesifikasinya adlaah layar 4 inch, prosesor A6, dan kapasitas media penyimpanan 16, 32, atau 64 GB. Tampaknya, Apple juga mulai peduli dengan konsumen yang mempunyai daya beli terbatas. Apple pun mulai merintis iPhone 5S yang disinyalir lebih murah dari produk Apple sebelumnya.

Di tahun-tahun berikutnya, persaingan antara Apple dan Samsung mungkin akan menjadi lebih menarik daripada sebelumnya. Meskipun Samsung kalah di meja hijau, masih banyak konsumen setia yang mau membeli produk terbarunya. Perusahaan ini pun mampu membuktikan produknya lebih unggul dari Apple dilihat dari beberapa aspek tertentu dengan harga yang lebih murah. Produk berkualitas dengan harga terjangkau bisa menjadi alasan utama konsumen untuk membeli produk Samsung. Namun, strategi bisnis Samsung mulai dilirik oleh Apple. Rencana Apple untuk menawarkan iPhone murah tentunya akan menjadi tantangan baru bagi Samsung. Siapakah yang akan memenangkan persaingan dalam bisnis smartphone? Jawabannya belum pasti.

DimensiData

DimensiData.Com adalah Pusat Belanja Komputer untuk pribadi dan perusahaan Terlengkap dan termurah di Indonesia. Kami menyediakan komputer, laptop, notebok, server, printer, scanner, hard disk, storage nas dengan harga murah dan bergaransi resmi.

Lihat Komentar

  • dengerin kawan semua bagi saya apple tidak terjangkau bagi kalangan masyarakat(mahal buanget).namun samsung telah memberikan hal yang mungkin kita capai, intinya kita ingin barang berkualitas dan terjangkau.

    • Terima Kasih untuk komennya mas Arie

      saya setuju Samsung banyak mengeluarkan produk yg pas ke kantong kita.

      tetapi Apple memang sudah menyatakan bahwa produk mereka memang lebih ke premium dan design yg wah , begitu lo :)

  • Sepertinya Samsung memang suka meniru-niru hak cipta Produsen lain, sebut saja HTC yang selalu berinovasi lebih awal dalam hal adopsi OS maupun hardware. Sesaat setelah HTC mengeluarkan produk barunya pasti Samsung ikut keluarkan produknya yang mirip dengan HTC. Padahal kalau diadu dengan HTC belum tentu menang. HTC hanya payah dari sisi promosi....

    • di jaman yang kompetitif ini mas Hamdani ya memang begitu inovasi setelau tercampur dengan "get the best design from market , modified it then market the product".
      pemenang utamanya adalah yang bisa menjual sebanyak mungkin.

      yang lain ya gigit jari.